Sunday, January 15, 2017

Puisi buat Adik Nik Idzni Dalila & Kamal Effendi

Assalamualaikum

Terima Kasih andhamohammad untuk puisi inspirasi dari kisah adik sis, Nik Idzni Dalila dan suaminya, Kamal Effendi. nah baca puisi dari andhamohammad ni. sangat la menyentuh hati.
thanks for taking time to write this.May Allah bless you.




Sebuah Puisi untuk Dalila Idzni

Saat ini kau tengah di dada Tuhan.
Aku tahu itu jauh lebih hangat
dari pelukanku, bukan?

Saat ini kau sedang bermahkotakan berlian,
dengan kilauan cahaya yang gemerlapan.

Kasih, aku tahu, kau jauh lebih utuh
di alam abadimu.
Aku pun mengerti,
surga kini mendapati penghuni baru,
yaitu dirimu.

Sejatinya hatiku tak memungkiri akan bahagia,
namun dia pula tak dapat mengelak luka.

Kepergianmu kasih, seperti orkestra dengan instrumen paling megah yang melantunkan nada terindah mengalun di telinga; menyanyikan lagu berpisah.

Kepergianmu, seperti karang tanpa deburan ombak yang membuatnya gagah, menghilangkan stigma sempurna dari pundak seorang hamba.

Kepergianmu kasih, mengangkat kemampuan netra untuk memantulkan cahaya, dunia terlihat putih segalanya; tiada warna.

Separuh jiwa yang hilang, aku harap kau tenang. Sungguh dunia ini bukan keabadian. Karena itulah kasih, kau tunggu di masa nanti, kala Dia akan menyatukan jiwa kita kembali.

Lagi.

Purwokerto,
Jawa Tengah, Indonesia
Januari 2017



Waktu kita memang tak lama
Namun cinta kita
tak akan pernah sirna

Bisa kau bayangkan rasanya
mengetahui jarak kebersamaan
lebih dahulu dari perkiraan?

Dan bisakah kau bayangkan,
rasanya menghitung detik tiap detik,
sampai akhirnya tangan Tuhan
merangkul separuh jiwa
untuk kemudian dibawa?

Tuhan menyatukan kita
namun Dia hanya ingin
kebersamaan kita sebentar saja
di dunia.

Tuhan maha baik
Tuhan sangat spesial
memperlakukan kami berdua;
Secara sengaja Tuhan tunjukkan
dunia ini bukan selamanya.

Walau dengan memanggil
setengah dari jiwa
namun itu semua kehendakNya
dia lebih tahu
bahwa setengah jiwaku
harus lebih dahulu
berada di surga

Al Fathihah



Apalah arti perpisahan

Jika dengan bertemu,
lalu memilikimu
Adalah sebuah keabadian?

Karena sejatinya, kita tak akan pernah
terpisah lagi.
Meski dunia telah menjadi pembeda;
kau telah abadi,
aku akan menyusulmu pula
suatu saat nanti,
entah esok atau saat ini.

Semua hanya perkara waktu
cepat atau lambat
aku akan menujumu,
untuk yang kesekian kali.

Kau yang paling mengerti aku
Kasih, di alam apapun,
Kau tempatku berhenti.

Note: inspired from: @kamaleffendi 's life story


No comments:

Post a Comment

Thanks sudi singgah dan komen kat sini :)
cepat atau lambat ..nik pasti akan terjah blog korang nanti..^___^